CIBARUSAH DALAM KISAH KLASIK

Jika kita melihat dan memperhatikan peta jawa barat, lihatlah sebuah daerah didekatJakartasebelah timur, maka disitu tersempil sebuah wilayah dengan nama cibarusah. apakah kalian tahu cibarusah itu apa?. Cibarusah adalah sebuah kecamatan yang terletak paling selatan dari kabupaten bekasi. Dulu saat kabupaten bekasi masih bernama kabupaten jatinegara, cibarusah menjadi salah satu kawedanan. Untuk informasi kawedanan merupakan tingkatan pemerintah lebih besar dari kecamatan dan lebih kecil dari kabupaten. Kawedanan cibarusah saat itu meliputi daerah cibarusah sekarang, cileungsi dan jonggol.

Menjadi kebanggan tersendiri saat aku terlahir dan menjadi bagian kecil dari cibarusah, tepatnya di desa wibawa mulya kampong tegal panjang. Tegal panjang adalah sebuah kampong fenomenal yang letak geografisnya membentang menjalar menuju wilayah kecamatan serang baru. Sumber dari orang tua terdahulu menjelaskan bahwa tegal panjang sekarang dulunya adalah ladang danpadangsawah yang terhampar kosong diliputi pepohonan yang ruangannya memanjang, sehingga wilayah ini dinamakan tegal panjang. “Daerah tegal panjang ini juga dulunya sebagai salah satu tempat perlawanan terhadap para penjajah belanda dan jepang. Basis rakyat saat itu sangat kuat dan berkerjasama dengan daerah pasir kupang bojong mangu”. Jelas nenek beranak delapan. Kebenaran sejarah yang masih patut untuk mendapat kajian lebih dalam.

Lupakan sejenak masalah sejarah singkat kampong tegal panjang itu. Masuk dalam wilayah desa wibawa mulya , kampong tegal panjang ini berbatasan langsung dengan wilayah utara kecamatan serang baru kampung tegal kadu, sebelah barat dengan sungai ciatarik dan kampung kaecil yang bernama bihbul, sebelah timur berbatasan dengan kampung gebang malang dan wilayah selatan dengan daerah kampung lio yang ditandai dengan sebuah jembatan. Dulunya jembatan ini saat masih duduk disekolah dasar menjadi tempat bermain. Meskipun dibarengi dengan berbagai macam cerita misteri dari para orang tua.

Riwayat pendidikanku dimulai dari sekolah dasar wibawa mulya 01, SMPN 1 Cibarusah, SMAN 1 Cibarusah dan saat ini sedang melangsungkan studi kuliah di universitas islam “45” bekasi fakultas ilmu sosial ilmu politik jurusan ilmu pemerintahan. Aku terlahir dari keluarga yang sederhana. Rumah yang ditempati sekarang di kampung tegal panjang rt 04/02 nomor 144. Rumah ini berada dipinggir jalan menuju pemda kabupaten bekasi.  Sekilas Nampak indah dengan cat hijaunya serta beberapa jenis macam tanaman depan rumah dan terselip pohon mangga setengah besar. Pohon mangga yang tumbuh besar itu adalah bermula saat masih duduk disekolah dasar yang kebiasaanku membuang bijinya kedepan rumah. Walhasil bertumbuh hingga sekarang.

Dirumah itu aku tempati berdua bersama ibu. Aku merupakan anak tunggal dan statusku sebagai anak yatim. Karena ayah mulai meninggalkan aku ke alam peraduan sejak masih mengeyam di kelaslimasekkolah dasar. Memang saat itu aku masih merasa berasa belum siap untuk ditinggal ayah, tetapi perlahan aku mulai bisa mengikhlaskan keprgiannya. Dulu pekerjaan ayah sebagai businessman dan ibu sebagai ibu rumah tangga. Sejak keprgian ayah, ibu menjadi single parent dan bekerja sebagai wiraswasta berdagang kecil didepan rumah. Usaha ini melanjutkan usaha yang dibangun sejak tahun 1997 bersama almarhum ayah. Kegigihan ibu sampai saat ini yang terlihat adalah semangat terbesar dan sumber inspirasi terbesa dalam hidup.

Kondisi ekonomi keluarga carut marut, namun itu tak menyurutkanku untuk terus berjuang menapaki  hidup. Kondisi sosial di kampung tegal panjang juga terus membuatku terpacu untuk menjadi manusia yang berguna. Sangat sedikit orang yang melanjutkan sekolah dikampungku. Teman sebayapun kebanyakan hanya sampai lulus jenjang SD dan SLTP setelah itu memutuskan untuk memilih bekerja. Biasanya mereka bekerja di lio tempat pembuatan batu bata. Hal itulah yang menjadi sautu keironisan tersendiri bagiku sebagai generasi muda cibarusah. bisa dihitung dengan jari siapa saja yang melanjutkan ke SMA apalagi sampai tingkatan perguruan tinggi. Salah satu fenomena diatas yang memaksaku untuk berhasil dan menjadi teladan meski diterjang beragam gejolak. Terlebih saat mendengar atau mengucapkan kata cibarusah jiwaku terus terinspirasi, mebuat dan melakukan sesuatu yang lebih. Semangat kedaerahanku cibarusah ku tekadkan tidak akan pernah padam.

Pertemuanku dengan guru SMP sekitar oktober 2010 menambah satu semangat baru, beliau hanya mengungkapkan padaku untuk terus membawa dan membuat bangga cibarusah. begitu juga dengan kerabat dan sahabat yang selalu mendorong prinsip sama seperti guru itu. Tekad hati dan menyakini bahwa cibarusah tidak hanya memiliki dan mengagungkan tokoh seperti eef saefuloh fatah dan munawar fuad. Tetapi terus akan melahirkan tokoh-tokoh muda. Sayapun menyakini generasi muda cibarusah mempunyai potensi untuk maju dan berkembang, dan diantara generasi muda itu adalah AKU.

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: